
Vol. 2 (2026): Hukum dan Keadilan
Edisi ini mengangkat isu strategis dalam perkembangan hukum ketenagakerjaan melalui kajian utama mengenai implementasi asas ultimum remedium terhadap kewajiban pembayaran pesangon buruh, yang menyoroti transformasi putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) menjadi instrumen penegakan hukum pidana. Kajian ini merefleksikan pergeseran paradigma dalam perlindungan hak-hak pekerja, khususnya dalam upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan putusan dan memberikan kepastian hukum bagi para pihak.
Selain itu, edisi ini turut menghadirkan berbagai kajian komprehensif terkait perlindungan hak asasi manusia dan sistem peradilan pidana, meliputi peran penuntut umum dalam penanganan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak, perlindungan korban perdagangan orang dalam proses peradilan, serta efektivitas penegakan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana narkotika. Pembahasan juga mencakup penerapan prinsip the best interest of the child dalam putusan pengadilan, yang menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kepentingan terbaik bagi anak dalam sistem peradilan.
Lebih lanjut, edisi ini mengkaji dimensi teoritis dan praktis melalui analisis terhadap yurisprudensi sebagai inovasi dalam penemuan hukum, pertentangan antara keadilan substantif dan keadilan formal dalam praktik peradilan, serta analisis hukum terhadap perkara lingkungan hidup terkait konversi sumber daya alam. Keseluruhan artikel dalam edisi ini diharapkan memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan hukum yang adaptif, berkeadilan, dan responsif terhadap dinamika sosial serta kebutuhan penegakan hukum di Indonesia.
